Menanti Lima Bulan, Guru Non ASN Kukar Akhirnya Terima Haknya
Foto: Ilustrasi insentif guru.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Lima bulan bukan waktu yang singkat bagi para guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menunggu pencairan insentif.
Setelah melalui
penantian panjang, hak yang mereka nantikan akhirnya diterima menjelang Hari
Raya Iduladha beberapa waktu lalu, membawa kelegaan bagi para tenaga pendidik
yang selama ini tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa.
Rasa syukur itu
dirasakan Ulfah, guru honorer SDN 010 Muara Muntai. Perempuan yang telah
mengabdikan diri di dunia pendidikan tersebut mengaku lega setelah insentif
yang ditunggu selama kurang lebih lima bulan akhirnya masuk ke rekeningnya pada
22 Mei 2026 lalu.
“Alhamdulillah
sudah cair tanggal 22 Mei kemarin. Kami memang sudah menunggu sekitar lima
bulan, syukur sekali karena cair sebelum Iduladha,” ujarnya kepada
poskotakaltimnews pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Ulfah,
selama masa penantian tersebut para guru hanya bisa menunggu proses pencairan
sambil tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa.
Karena itu,
ketika dana insentif akhirnya masuk ke rekening, ia merasa beban yang selama
ini dirasakan sedikit berkurang.
“Yang pasti
senang sekali karena akhirnya ada kepastian. Kami tetap mengajar setiap hari
dan insentif ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” kata dia.
Ia menuturkan,
nominal insentif yang diterimanya sebesar Rp1,2 juta per bulan. Dana tersebut
menjadi tambahan penghasilan yang cukup berarti, terutama menjelang hari raya
ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
“Alhamdulillah
sangat membantu, apalagi cairnya sebelum Iduladha. Jadi bisa digunakan untuk
kebutuhan keluarga dan keperluan lainnya,” tuturnya.
Pencairan
insentif tersebut tidak hanya dirasakan oleh Ulfah. Sekitar 3.000 guru honorer
di Kukar menerima pembayaran insentif yang sempat tertunda selama beberapa
bulan.
Penyaluran empat
bulan sekaligus itu menjadi angin segar bagi para tenaga pendidik yang selama
ini tetap menjalankan tugas mengajar sambil menunggu hak mereka direalisasikan.
Sementara itu,
Ketua PGRI Kukar, Nasruddin Zainuddin, memastikan bahwa pembayaran insentif
tersebut telah diterima oleh para guru penerima manfaat.
Menurutnya,
proses pencairan telah dilakukan pada pekan lalu dan dana sudah masuk ke
rekening masing-masing penerima.
“Alhamdulillah,
sudah cair empat bulan sesuai dengan yang dijanjikan kemarin,” tuturnya.
Ia menjelaskan,
keterlambatan penyaluran bukan disebabkan oleh persoalan anggaran daerah.
Proses pencairan
sempat tertunda karena adanya penyempurnaan regulasi yang menjadi dasar
penyaluran insentif kepada guru non-ASN di Kukar.
“Memang ada
beberapa kendala karena perbaikan dan penyempurnaan regulasi sehingga prosesnya
sedikit terhambat,” ujarnya.
Nasruddin
mengungkapkan, nominal insentif yang diterima setiap guru tidak sama karena
disesuaikan dengan lokasi penugasan dan ketentuan yang berlaku dalam skema
pemberian bantuan tersebut.
Meski demikian,
seluruh penerima mendapatkan haknya sesuai aturan yang telah ditetapkan
pemerintah daerah.
Dengan telah
dicairkannya pembayaran empat bulan sekaligus, PGRI Kukar berharap proses
penyaluran insentif berikutnya dapat kembali berjalan normal seperti
tahun-tahun sebelumnya.
Kepastian
pembayaran yang tepat waktu dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan para
guru non-ASN yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan
pendidikan di daerah.
“Harapan kami,
untuk bulan-bulan berikutnya proses pencairan bisa dilakukan setiap bulan
seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya. (kriz)